Di bawah Puisi Kupu-Kupu
Oleh : Fera Sajiwa
Bergejolak amarah dalam logika
Tak ada satupun tersisa dari kisahnya
Semua tercabut dari akarnya
Bersemayam di bawah selaput rindu
Aku bertahan dalam dinginnya lepasmu
Terdapat saksi-saksi yang tak lagi mengerti
Betapa bahagianya hati kala jemari saling berebut hangat di ufuk nadi
Begitu teganya tegasmu menampar wajahku
Berbalik tanpa melirik
Melangkah tanpa pasrah
Menjauh tanpa ragu
Yang aku bisa sekarang hanya melihatmu dari kata-kata ini
Kau begitu bahagia menuliskan namanya
Canda dan tawa saling melempar aksra
Pena dan tintah seakan dermaga bertemu niaga
Puisimu yang begitu cahaya terpampang di atas kertas bertema cinta
Sayang, air mata adalah saksi lemahku
Ia mengalir tanpa suara
Bukti kau pergi tanpa bicara
Jatuh di atas tanah
Menggenang dan membasahi luka-luka
Tapi setelah semua kepasrahan
Izinkan aku untuk terus tertidur
Menunggu alasan tabu
Di bawah puisimu yang begitu kupu-kupu
Image : google image

0 komentar:
Posting Komentar